Itu Pasal-pasal yang Menjerat Pemilik Grab Toko

January 12, 2021 Off By Bradley Hall

JAKARTA, KOMPAS. com – Pemilik perusahaan jual beli Grab Gardu, Yudha Manggala Putra, diduga melangsungkan penipuan secara dalam jaringan.

Yudha pun ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di daerah Jakarta Selatan, pada 9 Januari 2021.

“Yang melakukan dugaan aksi pidana menyebarkan berita bohong & menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi eletronik, tindak pidana transfer dana/pencucian uang, ” logat Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam keterangannya, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Pemilik Grab Toko Ditangkap Bareskrim

Menurut polisi, Yudha yang saat ini telah menjadi tersangka meminta tumpuan pihak ketiga untuk membuat laman Grab Toko.

Lewat situs itu, ia menawarkan bermacam-macam macam barang elektronik dengan makna yang sangat murah sehingga mengakui calon pembeli. Akan tetapi, bahan yang dibelanjakan pembelinya tak segera dikirim.

Menurut penjaga, terdapat 980 pembeli yang telah berbelanja dari laman tersebut. Dibanding jumlah itu, hanya sembilan pembeli yang mendapatkan pesanannya.

Apabila ada konsumen yang bertanya mengapa pesanannya tak kunjung dikirim, Yudha telah mempekerjakan enam orang customer service yang bertugas meminta tambahan zaman pengiriman barang.

“Total kerugian ditaksir sekitar Rp 17 miliar dari pihak iklan & pembeli, ” kata Direktur Aksi Pidana Diber Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Slamet Uliandi dalam keterangannya.

Selain itu, Slamet menuturkan, pelaku juga diduga menginvestasikan uang hasil kejahatannya ke di dalam bentuk cryptocurrency. Penyidik bakal menuntaskan hal itu dalam berkas terbelah.

Yudha pun diduga melanggar Pasal 28 ayat 1 jo Pasal 45A ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi & Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 82 dan/atau Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Uang.

Baca selalu: YLKI: Grab Toko Wajib Penukar Rugi Sepenuhnya